Bapas Tarakan Hadiri Pembukaan 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP), Peserta dari 44 Negara di Dunia
Denpasar-Bapas Kelas II Tarakan turut menghadiri kegiatan Pembukaan 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang diselenggarakan di Bali pada Selasa, (14/04/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kapasitas dalam bidang pemasyarakatan. Dalam kegiatan tersebut, Yusril Ihza Mahendra selaku Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan dalam sambutannya menyampaikan konsep Smart Justice yang menekankan bahwa sistem peradilan modern tidak hanya berfokus pada pemidanaan, tetapi juga pada pencegahan, rehabilitasi, serta reintegrasi sosial dengan tetap menjunjung tinggi akuntabilitas, keselamatan publik, dan martabat manusia.
Adapun kegiatan ini juga dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang memberikan sambutan mengenai tema sentral yang diusung dalam perhelatan 7th World Congress on Probation and Parole adalah Getting Smart on Justice,Healing Hearts, and Safer Society. “Saya mengapresiasi penyelenggaraan ini sebagai forum strategis untuk merumuskan rekomendasi kebijakannya konstruktif, aplikatif, dan memiliki pijakan yang konstruktif, aplikatif, dan memiliki kebijakan akademis yang kuat. Saya berharap hasil kongres ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan dan memperkuat bidang Pemasyarakatan, Pembebasan Bersyarat, dan Pidana Alternatif,” ujarnya.
Acara yang melibatkan 134 speaker dari praktisi dan mitra probation and parole officer di seluruh dunia ini akan diselenggarakan pada tanggal 14-17 April 2026. Melalui keikutsertaan ini, Bapas Tarakan memperoleh pemahaman bahwa pembimbingan klien pemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghubungkan aspek hukum dengan realitas sosial, termasuk dalam memberikan pendampingan, melakukan asesmen risiko, serta mendukung proses perubahan perilaku klien. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan penguatan kepercayaan publik menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
Kontributor: BapaSTAR/Na
