Bapas Tarakan Ikuti BALAPAN GOES GLOBAL Episode 1: Sharing Session with Reclassering Netherlands
Tarakan-Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan baru saja mengikuti giat zoom program “BALAPAN GOES GLOBAL” sebagai program edukasi praktik baik di bidang kebapasan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Balikpapan pada Kamis (12/02/2026). Adapun sesi pertama kali ini mendatangkan narasumber dari Reclassering Netherlands Bureau buiteland Raymond S, Ferry Van A., dan Linda B. Kegiatan juga diikuti oleh peserta dari Pembimbing Kemasyarakatan di seluruh Indonesia. Kegiatan dibuka langsung oleh Kakanwil Ditjen Pas Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman dan Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemasyarakatan di Kemenko Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Pemasyarakatan Jumadi serta Kabapas Balikpapan Deddy Eduar Eka Saputra, sebagai penyelenggara.
Materi overview Bapas disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Balikpapan, Solomo, dengan menggarisbawahi keberhasilan Wajib Lapor dan pembimbingan Klien Pemasyarakatan dalam program Balapan. Bapas bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengawasan dan pembimbingan Klien serta menyediakan Griya Abhipraya melalui pendekatan bimbingan kemandirian, kepribadian, edukasi hukum, dan pelayanan masyarakat.
Memasuki acara inti, Raymond S menyampaikan bahwa “Kesuksesan kerja sosial di reklasering Belanda merujuk pada meningkatkan koordinasi dan kepercayaan institusi, bagaimana kita memandang kriminalitas, selama puluhan tahun kami menemukan solusi praktik untuk merespons kriminal secepat mungkin (kepastian hukum),” ujarnya. Sedangkan Ferry Van A., menitikberatkan pada Litmas yang digunakan bukan hanya untuk asesmen dan rekomendasi tapi juga keberlangsungan masa depan pelanggar hukum.
Linda B., menyampaikan kenapa pidana kerja sosial adalah pendekatan yang relevan untuk menurunkan over kapasitas pemenjaraan serta menurunkan risiko residivisme. “Dengan tindakan kerja sosial masyarakat lebih aman, ide berasal dari pelanggar hukum berasal dari masyarakat maka akan dikembalikan ke masyarakat, dengan cara ditempatkan di tengah masyarakat, hasilnya pemulihan masyarakat,” terangnya. Ia juga menerangkan perihal pentingnya kerjasama dan koordinasi antar APH. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab.
Kontributor:BapaSTAR
